Senin, 28 November 2016

[Fantasy] The Last War

Aku tidak tahu siapa atau apa diriku. Aku juga tidak tahu berapa usiaku yang sebenarnya. Terkadang, aku bisa hidup berhari-hari tanpa makanan dan tidak merasa lapar atau haus. Kondisi tubuhku tetap sama sejak bumi ini masih belum dipenuhi manusia seperti sekarang.  Yang pasti, ingatan yang kumiliki saat pertama kali membuka mataku adalah membunuh Demon.

Aku tidak menua, juga tidak mengalami regenerasi. Aku pernah menjalin hubungan dengan seorang gadis. Menikah dan hidup bersama tapi kami tidak memiliki keturunan. Seiring usia, keriput melahap pasanganku. Sejak awal memang ada yang berbeda denganku. Manusia normal pasti akan takut hidup bersamaku. Tapi, gadis itu sama sekali tidak merasa takut. Ia justru menyuruh pergi untuk menyelamatkan diri dari amukan warga desa. Aku kembali menjalani kehidupanku yang suram. Berganti tempat tinggal, bersembunyi lalu muncul dengan nama berbeda.

Aku telah menjalani berbagai profesi dalam hidupku. Memalsukan identitasku agar tidak dicurigai. Menjaga jarak dengan orang-orang di sekitarku. Bersikap sewajarnya di siang hari dan berburu saat malam datang.

Minggu, 27 November 2016

White Castle ver 2



Para penghuni Hotel Tiqua, berjalan keluar dari kamar masing-masing menuju lobby untuk menikmati sarapan yang disajikan khas hotel berbintang 3, tidak terkecuali siswa dan siswi SMP Ravers yang kebetulan menginap di sana.






Sayaka dan Kazu mengambil pastry untuk sarapan mereka pagi ini. Mereka duduk di meja yang sama. “Tidurmu nyenyak?” Tanya Kazu, sambil menahan kantuknya.






“Iya, lumayan.” Sayaka mengambil donat yang dibalut dengan coklat, lalu menggigitnya sedikit.






“Begitu juga aku. Ahh.. bagaimana dengan yang lain ya?” Tanya Kazu sambil menggigit roti gandum yang sudah dilapisi selai lemon.






“Mungkin sama tegangnya dengan kita.” Sayaka mengambil gigitan yang cukup besar.






***






“TES, TES, 1, 2, 3, DENGARKAN BAIK-BAIK. KALIAN AKAN BERKELILING DESA DAN MENDAPATKAN KETERANGAN MENGENAI KASTIL ITU. TAPI JANGAN SEKALI-KALI MASUK KE SANA. DENGARKAN APA YANG DIKATAKAN MENTOR KALIAN. MENGERTI??” Tanya Fujiwara Sensei singkat.


Rabu, 23 November 2016

[Fantasy] Hujan

Aku berdiri di tempat kita mengikat janji. Aku masih mengusahakan untuk mengenakan pakaian yang sama, sepatu yang sama dan bahkan berdiri di tempat yang sama. Saat itu hujan dan aku membawa payungku dari rumah. Sekarang pun situasinya tidak berbeda dan aku masih menggunakan payung yang sama. Hanya saja dingin tidak lagi begitu terasa. Apa karena aku sudah berdiri terlalu lama?

Aku melihat sekitarku. Belum ada tanda-tanda kau akan tiba. Meski begitu hatiku berdebar tak karuan jika teringat dirimu. Orang lain tentu akan membuka ponsel mereka untuk menanyakan posisi orang yang mereka tunggu. Tapi biarlah, aku ingin kedatanganmu menjadi kejutan spesial untukku.

Sebenarnya sudah sangat lama aku menyimpan rasa padamu semenjak kita bertemu di bangku sekolah menengah pertama. Kepribadianmu yang tenang bagaikan air, tawamu yang khas, dan matamu yang memandang lurus lawan bicara, membuat perasaanku bertekuk lutut. Tapi saat itu aku masih anak-anak, masih bocah, belum bisa menjadi seseorang yang dapat kau andalkan. Tapi sekarang pun aku masih bertanya, sudah pantaskah aku bersanding di sisimu?

Kamis, 17 November 2016

Neulli Serum

Hi, this is my first writing about skin care, yeah! After along time to think what kind of product i want to review. Its more easy to call it lazy


Let's skip and continue the review.

This is how Neulii Green Tea BHA Pore Tightening Serum looks like. It's sample anyway :D



This is how it looks like. Don't have backwards photo, sorry. But behind it, there are english and hangeul :D

its only contains 1 ml, but i could use it for 3 or 4 times in the morning. I never use it before sleep, i choose to use sleeping pack. Okay, we're gonna talk about it later.

The texture is liquid watery. This is my first time to use serum so i don't know how to compare it to another serum.

I love the scent, it's not too strong.

When apply to face, it's kinda easy to absorb by skin. So it's only need some time and i can apply toner after that.

This product claimed can shrink pore. And it's true! I have use for 8 samples and happy for the result. Sorry no picture before and after use :'

But maybe not that significant. I still can see my pores because it shrink a little. But the point, my pores were shrink yaayy *Awww thanks for this product.

Repurchase? It depends on your decision. But me, i'm gonna find another product. Going to do Error and Trial ;)

Well, hopefully this is useful for your references. See you :DDD

Minggu, 13 November 2016

White Castle, Ver.1



Dahulu hidup seorang putri yang berwajah cantik dan elegan di sebuah kastil yang diberi julukan White Castle. Kastil ini tidak hanya bermakna “putih” tetapi ada hal yang lebih dalam dari itu, “tulus”.






Sang putri begitu mencintai kastil itu, hingga ia tidak pernah menginjakkan kakinya keluar kastil. Hingga suatu hari sang putri terkena penyakit yang sangat parah yang mewabah di desa tempat tinggalnya. Seluruh tabib di penjuru desa telah datang untuk mengobatinya, namun tidak ada yang berhasil.






Lalu, perdana menteri memberi usul untuk membawa sang putri berobat di luar desa, akan tetapi sang putri menolaknya mentah-mentah. Raja dan Ratu negeri itu pun semakin resah dengan kondisi putri mereka. Di dalam pikiran mereka terlintas sebuah penyesalan karena menghadiahi sebuah kastil terkutuk untuk putri semata wayang mereka.



Rabu, 09 November 2016

Another Story of White Castle



Dahulu hidup seorang putri yang berwajah cantik dan elegan di sebuah kastil yang diberi julukan White Castle. Kastil ini tidak hanya bermakna “putih” tetapi ada hal yang lebih dalam dari itu, “tulus”.


Sang putri begitu mencintai kastil itu, hingga ia tidak pernah menginjakkan kakinya keluar kastil. Hingga suatu hari sang putri terkena penyakit yang mewabah di desa tempat tinggalnya. Setiap detik, kondisinya semakin bertambah parah. Seluruh tabib di penjuru desa telah datang untuk mengobatinya, namun tidak ada yang berhasil.


Lalu, perdana menteri memberi usul untuk membawa sang putri berobat di luar desa, akan tetapi sang putri menolaknya mentah-mentah. Raja dan Ratu negeri itu pun semakin resah dengan kondisi putri mereka. Di dalam pikiran mereka terlintas sebuah penyesalan karena menghadiahi sebuah kastil terkutuk untuk putri semata wayangnya.