Aroma manis menyeruak memenuhi sebuah ruangan di setiap rumah. Membangunkan perut-perut mungil berpiyama yang kelaparan di tengah malam. Tanpa disadari, setiap lahapan dapat mengurangi kesadaran dan membimbing mereka untuk melangkah di jalan sepi mengikuti alunan melodi seruling logam. Suara langkah kaki yang terdengar lebih lembut daripada hembusan angin malam tidak mengganggu tidur orang dewasa yang terlalu lelah untuk terjaga.
Tanpa rasa takut, anak-anak yang berbaris rapi mulai meninggalkan kota kecil berpenduduk padat menuju jalan setapak dalam hutan gelap yang dipenuhi orkestra serangga dan makhluk malam. Mata-mata tajam yang tersembunyi dalam rerimbunan daun tidak berani mengganggu alunan nada hipnotis seruling logam meski lapar menusuk perut. Para makhluk itu mengetahui konsekuensi berat yang menanti walau hanya berupa intuisi.