Kamis, 26 Januari 2017

Sweets

Aroma manis menyeruak memenuhi sebuah ruangan di setiap rumah. Membangunkan perut-perut mungil berpiyama yang kelaparan di tengah malam. Tanpa disadari, setiap lahapan dapat mengurangi kesadaran dan membimbing mereka untuk melangkah di jalan sepi mengikuti alunan melodi seruling logam. Suara langkah kaki yang terdengar lebih lembut daripada hembusan angin malam tidak mengganggu tidur orang dewasa yang terlalu lelah untuk terjaga.
Tanpa rasa takut, anak-anak yang berbaris rapi mulai meninggalkan kota kecil berpenduduk padat menuju jalan setapak dalam hutan gelap yang dipenuhi orkestra serangga dan makhluk malam. Mata-mata tajam yang tersembunyi dalam rerimbunan daun tidak berani mengganggu alunan nada hipnotis seruling logam meski lapar menusuk perut. Para makhluk itu mengetahui konsekuensi berat yang menanti walau hanya berupa intuisi.

Kamis, 12 Januari 2017

God's Play



“Dari semua divisi yang ada, kenapa juga aku harus berada di bagian ini..”


“Hoi, anak baru! kerja yang betul!”


“Maaf tuan Vrill, saya juga saat ini tengah melakukan apa yang anda perintahkan. Dan terus.. saya juga punya nama, Cliey, Cliey Cexalliss. Anda tidak bisa terus menerus memanggil saya anak baru.” Anak lelaki berumur 17 tahun itu tengah membereskan ruangan berantakan tempatnya bertugas saat ini. Ia mengenakan kacamata dan jubah warna abu-abu sesuai dengan seragam divisi yang menaunginya.


“Aiih, jangan panggil tuan donk. Berasa formal banget, panggil ketua aja deh.. Dan terus, bagiku kamu tetap anak baru di sini.. ahahahahhaa”


“Baik ketua..” Ia kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya yang sempat terganggu.“Siiiaaaaal!! Padahal aku adalah lulusan terbaik yang lolos ujian dewa! Kenapa malah ditempatkan di divisi peringkat terendah?!!”

Selasa, 03 Januari 2017

Silent Teror



Sekitar abad ke-15, terdapat sebuah pulau kecil di sekitar Samudera Atlantik dekat daratan Eropa. Kebanyakan orang menyebutnya Pulau Antilia. Pulau tersebut terdiri dari 7 kota besar yakni Aira, Antuab, Ansalli, Anseselli, Ansod, Ansolli dan Cod. Pemerintah setempat menjadikan Kota Anseseli sebagai ibukota dan pusat pemerintahan, dimana gedung Dewan Perwakilan berdiri.

Tata wilayah kota dikonsep sedemikian rupa sehingga terasa nyaman dan indah. Terdapat beberapa kanal air yang menyambungkan ketujuh kota Pulau Antilia. Beberapa diantaranya dapat dilalui perahu kecil, gondola dan sebuah kapal yang dapat menampung beberapa penumpang. Sebagian besar masyarakat memanfaatkannya sebagai sarana transportasi, berdagang, bahkan pariwisata.

Terdapat banyak bangunan kuno di Pulau Antilia. Bentuk arsitekturnya dipengaruhi Romano-Byzantium dengan sentuhan mosaik yang kaya akan pahatan marmer dan hiasan pada atapnya. Selain itu, terdapat 3.561 patung dengan beragam bentuk dengan sebuah cerita menawan dibaliknya, meskipun belum terbukti kebenarannya. Juga berdiri sebuah monumen sejarah berbentuk menara jam di pusat kota dengan hamparan halaman batako luas yang dapat menampung hingga 4.500 orang. Dibalik keindahan dan seribu pesona Pulau Antilia, terdapat sejuta misteri yang masih belum terungkap.