Jumat, 23 Juni 2017

Chaos

Dari atas bukit rumput aku dapat melihatnya dengan jelas. Langit terbelah dan sebuah tangan raksasa  seputih tulang muncul perlahan menjadikan sisi lubang sebagai penopang. Dia menampakkan ujung hidungnya sebelum akhirnya aku melihat seluruh rupa makhluk itu. 8 mata berderet di keningnya.

Satu per satu lengannya keluar dari dalam lubang yang nampak kecil baginya. Makhluk itu menatap lapar pada jajaran rumah yang berderet di bawahnya. Dengan satu hentakan, dia melompat tinggi sebelum akhirnya mendarat. Tanah berguncang keras, menghempaskanku.