Dari atas bukit rumput aku dapat melihatnya dengan jelas. Langit
terbelah dan sebuah tangan raksasa seputih
tulang muncul perlahan menjadikan sisi lubang sebagai penopang. Dia menampakkan
ujung hidungnya sebelum akhirnya aku melihat seluruh rupa makhluk itu. 8 mata
berderet di keningnya.
Satu per satu lengannya keluar dari dalam lubang yang nampak
kecil baginya. Makhluk itu menatap lapar pada jajaran rumah yang berderet di
bawahnya. Dengan satu hentakan, dia melompat tinggi sebelum akhirnya mendarat. Tanah
berguncang keras, menghempaskanku.
Tak hanya satu, ada beberapa makhluk berukuran sama terjun
menjejak rumah-rumah penduduk tanpa belas kasih. Oh, tidak! Aku harus
memperingatkan bibi Carlyle! Bergegas aku berlari menuruni landasan bukit yang
landai, tidak memedulikan kawanan domba peliharaanku yang berlari entah kemana.
Aku menerobos semak-semak hutan, berlari sepenuh tenaga hingga seseorang
menjegal kakiku. Aku tersandung dan jatuh terguling di atas dedaunan lembab
yang membusuk.
“Dasar bodoh!” Anak lelaki itu menjerit. Dia mendekatiku
lalu menarik kerah bajuku. “Kau mau kemana, Marchen?!” bentaknya kasar.
“Keith? Tidak, tidak, aku harus menyelamatkan bibi dan pamanku.
Lepaskan aku!”
Dia menamparku keras. “Tidak ada yang bisa kau lakukan! Semua
orang mati! Pergi ke sana hanya akan membunuhmu!”
Tamparan itu seolah menyadarkanku. “Keith?” Aku dapat
melihat wajahnya yang pucat dan matanya yang tak berhenti mengeluarkan airmata.
“Banyak orang yang mati di sana.” Isaknya.
“Bagaimana, bagaimana dengan bibi dan pamanku? Kau melihat
mereka?”
Keith menggeleng. Aku mencoba melonggarkan cengkeraman
tangannya yang gemetar. “Aku perlu melihat keadaannya.”
“Jangan mendekati tempat itu!”
“Aku hanya akan melihatnya dari jauh. Kau boleh mengikutiku
jika ingin.” Bocah itu mengangguk.
Bukannya aku tidak takut, tapi aku sudah pernah melihat
mereka sebelumnya dalam ramalan ibuku. Aku mengepalkan tangan, menarik napas
perlahan, dan berusaha menenangkan diriku sendiri. Benar, aku pernah melihat
kejadian yang sama 5 tahun yang lalu. Kedua orangtuaku tewas dan sebagai
penerus Pelindung Tanah Gaia, aku perlu melindungi dunia ini dari serangan
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar