Rabu, 16 Agustus 2017
Akai
Seorang wanita memakai kimono berwarna putih duduk di tengah padang rumput yang luas. Di sekitarnya berserakan lampion kertas berwarna merah. Sekitar 1000 lampion mengitari sekitar tubuhnya. Tangan kirinya memegang kayu panjang yang pada ujungnya terdapat lidah api yang tak bisa padam jika ia tidak menghendakinya. Ia pun mulai menyalakan satu per satu lampion.
Senin, 07 Agustus 2017
Coretan
Semilir angin lembut menapaki tebing curam. Sesekali debu
beterbangan terbawa arus keras angin yang terlihat lembut. Jubah yang kupakai
berkibar, di seberang terdapat sebuah desa yang dulu kutinggali bersama
keluargaku. Tapi itu dulu, lain halnya sekarang. Dengan membawa kobaran dendam
yang tertanam dalam dada, akan kuhancurkan tiap jengkalnya tanpa tersisa.
Kilas balik ingatan memenuhi kepala, rasanya sesak dan
membuatku mual. Mereka tidak akan pernah kuampuni. Akan kubawakan neraka pada
kalian sebagaimana yang pernah kalian lakukan padaku dan keluargaku.
Dengan langkah mantap aku mendekati tempat terkutuk itu.
Beberapa penjaga menyadari kehadiranku, mereka mengambil sikap siap siaga
dengan kedatanganku.
“Pergilah. Tempat ini bukanlah tempat yang bisa dimasuki
secara sembarangan oleh domba sepertimu.” Si penjaga dengan tampilan urakan itu
terkekeh diikuti oleh temannya yang
lain.
Langganan:
Komentar (Atom)