Langit malam yang terang
Bulan menyingsing jernih di antara awan tipis
Tapi aku malah menyumpah
Berserapah sambil menanggalkan kutukan
Sakit yang dulu kau torehkan
Hingga kini pun masih kurasakan
Sunyi
Senyap
Suramnya hidupku
Tak pernah bisa kurelakan segala perih ini
Berusahalah meraih tawa, wahai pujangga
Tapi asamu hanya akan menjadi buih di lautan nun jauh
Bagaimana mungkin kubiarkan kau rengkuh kebahagiaan
Sementara kehidupan suram menantiku di depan
Tapi jangan berputus asa, wahai Pujangga..
Berusahalah,
Berusahalah,
Berusahalah, hingga kau akhirnya jatuh dalam kesengsaraan
Sama sengsara dan menderitanya dengan diriku kini
Tak akan pernah bisa kurelakan kau merengkuh asa
Selamanya, hiduplah dalam kehampaan, wahai Pujangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar